March 04, 2014

Cerita Cinta 2 Orang Bodoh

"aku adalah orang paling bodoh sedunia
karena...
aku jatuh cinta sama orang yang juga gak kalah bodoh-nya sedunia"

--

siang itu memang beda dari siang-siang biasanya. siang itu, rasanya siang yang hanya dimiliki mereka berdua. duduk berdua di koridor sekolah tanpa melakukan apa-apa, hanya melihat birunya langit sehabis hujan. terdengar membosankan bukan? tapi mereka berdua tidak merasa demikian. untuk mereka berdua, hal tersebut justru hal yang menyenangkan. belum lagi si anak laki-laki yang sangat suka aroma udara sehabis hujan. dihirupnya dalam-dalam udara yang berhembus siang itu. si anak perempuan hanya menatapnya sesekali dan lalu kembali menatap ke langit sambil berharap Tuhan akan menghentikan waktu saat itu juga. atau jika bisa, jikalau Tuhan ingin mencabut nyawanya saat itu juga, biarlah ia membawa laki-laki yang ada di sampingnya untuk menemaninya di alam sana. khayalannya memang sangat jauh, tapi ya begitulah yang namanya orang jatuh cinta. tidak ada kata 'terlalu jauh' untuk menggambarkan efek yang dialami oleh orang yang sedang jatuh cinta.
seringkali Dinta berfikir tentang apa yang akan dilakukan Virhan jika tau bahwa ia jatuh cinta padanya:
A. Virhan akan marah habis-habisan dan memutuskan untuk tidak berteman lagi dengan Dinta
B. Virhan akan menolak Dinta dan tetap berteman dengannya namun semuanya tidak akan terasa sama seperti dulu lagi
C. Virhan akan menerima cinta Dinta dan mereka akan melanjutkan masa putih abu-abu ini bersama berdua dan menulis akhir cerita yang indah
D. Virhan akan tertawa didepan Dinta dan berkata "nggak ada yang lucu-lucu lagi kah?"

opsi A memungkinkan untuk terjadi jika Dinta benar-benar memberi tahu Virhan tentang perasaannya selama ini. opsi B juga masih sangat mungkin terjadi. sementara opsi C, untuk saat ini, Dinta sangat yakin bahwa itu hanyalah opsi impossible yang ia khayalkan agar semua kemungkinan-kemungkinan yang ada tidak terlalu menyeramkan. sementara opsi D adalah opsi yang paling memungkinkan untuk terjadi saat ini.

jika menyimpan perasaan adalah dosa yang akan membuat kita masuk ke dalam neraka, maka Dinta sudah pasti masuk ke lubang neraka yang paling dalam. dan jika tidak peka terhadap perasaan orang lain adalah dosa yang akan membuat seseorang terlempar sangat jauh, maka Virhan sudah pasti telah terlempar hingga lubang hitam dan tersedot ke dalamnya.

Lalu, Dinta hanya berdiam diri saja. menatap langit sambil dihatinya menikmati kehadiran Virhan disampingnya. melakukan kegiatan yang menurut semua orang paling membosankan di dunia, yaitu: tidak melakukan apa-apa. 

Dinta merasa ini semua sudah sangat indah. apalagi jika ini bisa terjadi setiap hari. ia rela harus menyipitkan matanya setiap kali sinar matahari di langit suka kelewat silau; asal ada Virhan disampingnya. Dinta merasa tidak perlu melabeli semua ini dengan label pacaran dan mendasarinya dengan "aku cinta kamu". Dinta merasa semuanya cukup; asal ada Virhan didalamnya. terserah apa namanya.

namun, selama ini Dinta tidak sadar. bahwa dirinya juga akan terlempar sangat jauh, bahkan mungkin hingga keluar dari galaksi bimasakti. karena selama ini dirinya juga sama tak pekanya dengan Virhan. Dinta tidak pernah sadar bahwa setelah sesekali ia memperhatikan Virhan, Virhan lalu akan sesekali juga balik memperhatikan dirinya. mengagumi ekspresi wajah dan tingkah bodoh Dinta yang suka kepanasan saat diterpa sinar matahari. mendengarkan dengan setia keluhan Dinta yang tidak mengerti perbedaan aroma udara sehabis hujan turun dan tidak. dan sama-sama seperti Dinta, menikmati kegiatan mereka yang paling membosankan di dunia. namun, Virhan tidak ingin kata-kata klasik seperti "aku cinta kamu" malah menghancurkan semua keindahan ini. bagi Virhan, cukup ia dan Dinta, melakukan hal paling membosankan di dunia. itu semua sudah cukup bagi Virhan, terserah apa namanya.

inilah cerita singkat, tentang 2 orang bodoh yang saling jatuh cinta, tapi diam-diam. selamanya, mereka hanya akan tetap diam. hingga entah siapa yang akhirnya memutuskan untuk pergi; atau justru memutuskan untuk tetap tinggal ...selamanya.

No comments:

Post a Comment